KONDISI UDARA BANDUNG
Update terakhir:
Kadar CO2 : 360 ppm
Kadar CO : 0,16 ppm
Kadar NO : 0,0054 ppm
Kadar O3 : 0,038 ppm
Kadar CH4 : 0,585 ppm
Pilihan bahasa:  Page Hit:

Anda berada di sini : Home >>Penelitian >>Ozon
Selamat datang di Website Bidang Pengkajian Ozon dan Polusi Udara                                                                                                                          Untuk tampilan terbaik, gunakanlah browser Mozilla Firefox 3

 

 

 

       
  Ozon (O3)  
 

 

Ozon merupakan molekul triatomik, yang tersusun oleh tiga molekul oksigen dan bersifat lebih tidak stabil bila dibandingkan dengan oksigen. Ozon terdapat di lapisan atmosfer bumi, yaitu di stratosfer dan troposfer. Ozon di lapisan stratosfer, disebut juga sebagai lapisan ozon, berperan sebagai lapisan pelindung bumi dari sinar ultraviolet yang berbahaya bila masuk ke bumi dengan intensitas yang tinggi. Lapisan ozon pada stratosfer terletak diantara 10 sampai dengan 50 km diatas permukaan bumi.

 

 

Struktur molekul ozon

 

Akan tetapi, ozon di lapisan troposfer yang disebut juga ozon permukaan adalah pencemar sekunder yang terbentuk akibat reaksi kompleks antara prekursornya, yaitu NO x (nitrogen oksida) dan hidrokarbon dengan pemanasan sinar matahari. Reaksi pembentukan ozon ini terutama terjadi di daerah dengan tingkat polusi tinggi atau bisa juga beberapa kilometer dari sumber polusi akibat tertiup angin. Ozon bersifat sangat reaktif dan berbahaya bagi kesehatan manusia. Ozon adalah oksidator kuat yang bisa bereaksi dengan senyawa kimia lain membentuk oksidan yang beracun.

Lapisan troposfer berada sekitar 10 sampai dengan 18 kilometer diatas permukaan bumi dan tersusun oleh banyak lapisan. Ozon terkonsentrasi lebih besar pada lapisan bawah dan mejadi masalah karena efek yang buruk pada kesehatan manusia. Ozon troposfer adalah salah satu komponen gas rumah kaca. Konsentrasi ozon troposfer meningkat disebabkan oleh aktivitas manusia, sebagian besar karena pembakaran bahan bakar fosil.

 

 

Siklus oksigen-ozon di stratosfer

 

Mekanisme reaksi fotokimia berperan dalam peningkatan jumlah ozon di lapisan stratosfer. Sinar matahari mengenai molekul oksigen di statosfer dan memecahkannya secara fotolisis menghasilkan dua atom oksigen radikal. Atom oksigen radikal ini kemudian bereaksi dengan molekul oksigen yang masih tersisa menghasilkan ozon. Siklus pembentukan ozon ini kemudian disebut sebagai siklus oksigen-ozon. Reaksinya seperti berikut:

 

O 2 + hv ® 2 O .

 

(panjang gelombang kurang dari 240 nm)

 

O . + O 2 ® O 3

Net : 3O 2 + hv ® 2O 3 (reaksi lambat)

 

Ozon di troposfer berasal 10 % dari transport ozon di stratosfer. Selain itu, sumber ozon di troposfer juga berasal dari aktivitas manusia dengan mekanisme yang sedikit berbeda dengan ozon di stratosfer.

Penelitian

Penelitian mengenai ozon di LAPAN berkaitan dengan penelitian dan pengembangan proses-proses fisin, kimia, dan dinamika ozon serta radiasi ultraviolet matahari.

 

Ozon total

Ozon total meliputi seluruh konsentrasi ozon yang ada di lapisan stratosfer maupun troposfer. Penelitian yang dilakukan oleh LAPAN menggunakan data ozon total yang berasal dari satelit.

 

Ozon permukaan

O z on permukaan adalah ozon troposfer pada ketinggian paling bawah di permukaan bumi. Di troposfer ozon berperan sebagai gas rumah kaca sehingga dapat menyokong perubahan iklim. Pada konsentrasi tertentu, ozon di permukaan juga dapat berperan sebagai polutan. Penelitian mengenai ozon permukaan di LAPAN dilakukan menggunakan instrumen pengukur konsentrasi ozon permukaan yaitu monitor ozon.

 

Radiasi UV

Untuk memonitor adanya penipisan lapisan ozon di Indonesia, LAPAN melakukan pengamatan intensitas radiasi UV-A (315-400 nm) dan UV-B (280-315 nm) sebagai salah satu indikator kuantitas konsentrasi ozon. Peralatan yang digunakan adalah UV Pyranometer.

 

Lapisan ozon sebagai pelindung semua kehidupan. Kondisi ozon stratosfer secara global menurun 3% dalam kurun waktu 1980 ~ 2000. Di atas Antartika menipis 50 % pada musim dingin dan musim panas. Menipisnya lapisan ozon mengakibatkan ultra violet yang mencapai bumi meningkat. Meningkatnya radiasi ultra violet ini diketahui sangat berbahaya untuk mahluk hidup. Montreal protokol dan amandemennya yang membatasi penggunaan bahan kimia perusak ozon, memperlihatkan bahwa penipisan ozon tampak menjadi lebih lambat. Perubahan iklim juga akan mempunyai pengaruh seberapa cepat penipisan ozon akan pulih. Aura Untuk menjawab semua pertanyaan di atas, bisa dipelajari dari Aura yaitu satelit yang diluncurkan oleh EOS. Instrument yang dibawa oleh Aura mempelajari kimia atmosfer juga dinamikanya. Dari pengukuran dengan Aura memungkinkan kita untuk menginvestigasi pertanyaan-pertanyaan tentang trend ozon, perubahan kualitas udara dan keterkaitannya dengan perubahan iklim. (Sumber: Earth Observing System (EOS), Aura Atmospheric Chemistry, Godard Space Flight Center, NASA).

 

Kondisi Ozon global (dunia) dan ozon di Indonesia Data diperoleh dari OMI (Ozone Monitoring Instrument) yang dibawa oleh satelit Aura (Sumber: GES-DISC-DAAC). Kondisi ozon global dan Indonesia yang ditampilkan adalah ozon total yaitu kerapatan horizontal (jumlah molekul ozon per satuan luas). Satuan yang digunakan adalah DU (Dobson Unit) yang setara dengan 2.69 x 10 20 molekul/m 2 Ozon Global Ozon Indonesia Analisis dari kondisi ozon ini akan ditampilkan secara terpisah. Kontribusi LAPAN dalam penelitian ozon melalui Program SHADOZ (Southern Hemisphere ADditional OZonesondes) dilaksanakan melalui peluncuran ozonsonde secara rutin dan mengkoordinir peluncuran tambahan pada kasus-kasus dimana ada fenomena tertentu di atmosfer. Program ini didukung oleh 14 stasiun peluncuran ozonsonde di belahan bumi selatan yang rutin melakukan peluncuran ozonsonde secara simultan. Datanya dikumpulkan dalam pusat arsip data ozon secara internasional. Pada Desember 2004 data ozonsonde dari SHADOZ ini digunakan pula untuk validasi data ozon dari OMI (Ozone Monitoring Instrument) yang dibawa oleh satelit EOS-Aura. Stasiun pendukung kegiatan SHADOZ adalah: Heredia, Samoa, Ascension Island, Cotonou, Fiji, Irene, Kuala Lumpur, La Reunion, Malindi, Nairobi, Natal, Paramaribo, San Cristobal dan Watukosek. Data dan hasil kegiatan kerjasama tersebut bisa dilihat di http://croc.gsfc.nasa.gov/shadoz/Java.html .

 

 

 

 

Home